Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh telah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan bermain game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) dan yang seumpama dengannya. Fatwa ini dipersetujui oleh 47 ulama anggota dalam MPU.

“Setelah kita menggelar sidang selama dua hari, hasilnya game PUBG dan yang sejenisnya hukum bermainnya haram,” kata Wakil Ketua MPU Aceh, Teungku Faisal Ali.

Menurut Faisal, ulama Aceh memutuskan untuk mengharamkan bermain PUBG disebabkan beberapa alasan. Salah satu alasan yang disebutkan ialah game ini dapat membangkitkan kelakukan ganas kanak-kanak dan orang yang bermain game tersebut.

“Itulah makanya setelah dua hari dikaji dan mendatangkan para ahli, kita simpulkan bahawa bermain game itu adalah haram,” kata Faisal.

“Mereka (47 anggota MPU) sepakat hukum bermain PUBG haram,” ujarnya.

Menurut Faisal lagi, selain mengubah kelakuan, ia juga mampu menggangu kesihatan. “Hasil kajian yang ketagih main game PUPG dan sejenisnya sangat mudah emosi, kanak-kanak kalau dilarang oleh orang tua cepat marah dan melawan. Kalau sudah punya isteri saat dilarang juga marah sama isterinya,” katanya.

Sebelum ini, China, Nepal dan sebahagian India telah turut mengharamkan PUBG. Untuk China pula, mereka telahpun menggantikan PUBG dengan satu versi yang lebih ‘mesra pemerintah’ kerajaan China.

Sumber: Detik.com, Kompas.com

JomKomen!